Cara menanam semangka membutuhkan teknik budidaya tersendiri. Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menjalankan pertanian semangka. Jadi, jika anda tertarik untuk mulai bertani semangka. Anda tentunya harus belajar bagaimana cara untuk menanam semangka.

Silahkan simak tips pertanian berikut ini tentang cara menanam semangka!

1. Persiapkan Lahan

Bagian pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan lahan penanaman. Untuk luas lahan tergantung dengan jumlah semangka yang akan dibudidayakan. Namun pada dasarnya semangka membutuhkan lahan yang relatif luas dibandingkan dengan tanaman lainnya. Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan lahan adalah sebagai berikut:

  • Kesuburan tanah. Semangka membutuhkan lahan yang gembur atau bisa digemburkan. Semangka dapat tumbuh pada tanah dengan tingkat keasaman dengan pH normal sekitar 6 – 6.5.
  • Tingkat kelembaban. Semangka akan sangat baik jika ditanam pada tingkat kelembaban yang rendah. Atau berada pada lingkungan yang relatif kering.
  • Suhu dan Curah Hujan. Semangka sangat cocok ditanam pada lokasi dengan suhu dibawah 25ยบ C disiang hari. Curah hujan yang cocok berkisar antara 40 – 50 mm setiap bulannya.
  • Lokasi. Semangka dapat tumbuh pada daerah dataran rendah dan dataran tinggi dengan ketinggian berkisar mulai dari 0 – 1000 meter di atas permukaan laut.

2. Pemilihan Bibit

Bibit semangka merupakan bagian yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pertanian. Jika bibit yang ditanam bagus maka hasilnya juga akan bagus sebaliknya jika bibitnya jelek atau bahkan rusak. Maka kemungkinan tumbuh kembangnya akan terganggu. Bibit dapat dipilih melalui buah semangka kualitas baik atau langsung membeli melalui toko pertanian. Bibit semangka juga dapat dibeli secara online melalui toko-toko online.

3. Pengelolaan Lahan

Sebelum menanam bibit pada lahan yang telah dipilih. Sebelumnya lakukan terlebih dahulu pengelolaan lahan. Lahan yang dipilih harus digemburkan terlebih dahulu, diberikan pupuk kandang agar unsur hara dalam tanah terjaga. Selain itu lahan tersebut harus dibersihkan dari gangguan gulma. Jadi pastikan lahan yang akan ditanami ini memenuhi kualitas yang sangat baik.

4. Penyemaian Bibit

Sambil mempersiapkan lahan anda juga bisa menyemai bibit yang telah dipilih. Anda bisa menyemai bibit menggunakan polybag. Pastikan anda menyiram bibit tersebut setiap pagi dan sore agar kebutuhan airnya terpenuhi. Untuh tanah yang digunakan pada media penyemaian dalam polybag pastikan memiliki kandungan unsur hara yang tinggi.

5. Proses Penanam

Setelah bibit yang disemai berusia empat minggu anda bisa memindahkan bibit dari polybag ke lahan yang sudah disiapkan. Lubang penanam semangka berkisar 8-10 cm. Sebaiknya lubang tanam yang sudah disiapkan disiram terlebih dahulu agar siap menerima bibit semangka dari polybag.

6. Penyulaman

Setelah proses penanaman bibit maka hal yang harus diperhatikan adalah pertumbuhan bibit tersebut. Jika ada bibit yang mati maka segera lakukan penyulaman. Jadi pastikan anda memiliki jumlah bibit yang disemai lebih banyak dari jumlah lubang yang disiapkan pada lahan tanam.

7. Pemupukan

Pemupukan semangka berbeda dengan tanaman lain. Pemberian pupuk tidak boleh terlalu dekat pada batang semangka. Usahakan jaraknya sekitar 10cm. Anda bisa memberikan pupuk organik atau pupuk kandang. Pemberian pupuk dimaksudkan untuk menjaga unsur hara dalam tanah sehingga tanah tetap subur untuk menunjang pertumbuhan semangka.

8. Perawatan

Lakukan perawatan secara rutin dengan memperhatikan kondisi semangka dan lahannya. Pastikan lahan terbebas dari gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan. Jika terdapat gulma atau rumput liar, maka segera lakukan penyiangan. Selain perawatan dari serangan gulma anda juga harus memperhatikan kebutuhan airnya.

9. Pengendalian Hama

Hama untuk tanaman semangka sangat beragam. Oleh karena itu perlu perhatian khusus. Sama halnya dengan gulma yang mengganggu. Hama juga bisa menyerang tanaman semangka dan snagat berbahaya. Hama tanaman semangka biasanya berupa trips dan ulat tanah. Jadi bahaya serangan tanaman semangka menyerang daun dan akar.

10. Proses Panen

Masa panen merupakan bagian penting dari pertanian semangka. Proses panen akan sangat menentukan keberhasilan budidaya semangka. Buah yang sudah siap panen harus segera dipanen dan dipasarkan. Karena jika semangka sudah terlalu tua maka kualitas buah akan berkurang. Selain itu semangka yang dipanen tidak bisa disimpan terlalu lama jadi sebaiknya langsung dipasarkan.

Baca juga: Cara Menanam Terong Menggunakan Teknik Budidaya Yang Tepat.

Demikian informasi tips pertanian tentang cara menanam semangka. Semoga dapat membantu meningkatkan hasil pertanian semangka anda.